Mobile Clinic BSMI Jangkau Desa yang Minim Akses Kesehatan di Aceh Tamiang
by bsmi / 21 Dec, 2025
Mobile clinic Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sumatera Utara (Sumut) menjangkau daerah yang sulit akses kesehatan usai bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November lalu. Pada Sabtu (20/12/2025) sore, tim relawan BSMI dengan personel dua dokter, perawat dan apoteker, menyambangi Desa Tebing Tinggi, Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.
Tim BSMI Sumut membuka posko kesehatan darurat di Masjid Al Misbah. Posko kesehatan tersebut segera dipenuhi warga yang ingin mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma. “Baru ini layanan kesehatan masuk ke sini,”kata Legiyem, warga yang ikut mendaftar sebagai pasien rawat jalan di posko kesehatan BSMI.
Sejak banjir melanda, Legiyem mengungkapkan, dia beserta anaknya menderita penyakit kulit. Dia pun menunjukkan lecet di kulit bagian siku bayinya yang ikut dibawa ke posko kesehatan. Menurut Legiyem, penyakit gatal-gatal tersebut karena dia tidak bisa mengakses air bersih di desanya. “Air ada tapi terbatas,”kata dia.
Bidan Desa Tebing Tinggi Sri Wahyuni mengungkapkan, sebenarnya ada pos kesehatan desa yang menaungi tiga dusun di desa tersebut. Meski demikian, dia mengungkapkan, semua obat-obatan di poskesdes sudah habis terendam banjir. Karena itu, Sri Wahyuni yang mengelola Posdeskes mengaku tidak bisa maksimal dalam membantu warga.“Saya bersyukur dan berterima kasih ada BSMI,”kata dia.
Saat banjir menimpa pada akhir November lalu, Sri Wahyuni mengungkapkan, mayoritas rumah warga tenggelam. Belasan rumah yang berbahan papan pun hilang disapu banjir. Dia menjelaskan, warga harus mengungsi ke sanak famili yang tinggal di tempat lebih tinggi.
Dr Furqon yang menjadi tenaga medis di posko kesehatan BSMI mengatakan, setidaknya ada seratus pasien rawat jalan yang mendapat pelayanan kesehatan mobile clinic. Menurut Furqon, banyak diantara pasien tersebut yang menderita penyakit gatal-gatal, batuk, pilek, hipertensi, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Dia mengatakan, Desa Tebing Tinggi dipilih karena terbatasnya akses kesehatan yang diterima.”Kami berharap kehadiran BSMI bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang susah karena bencana,”ujar dia.
Koordinator Fundraising BSMI Sumut Undani Wanda Putra menjelaskan, selain memberikan layanan kesehatan, tim BSMI Sumut mendistribusikan, bantuan kesehatan berupa obat-obatan dan pakaian layak pakai untuk para warga.
Wanda berharap, bantuan tersebut bisa sedikit membantu mengurangi beban warga penyintas bencana.
Tim BSMI Sumut membuka posko kesehatan darurat di Masjid Al Misbah. Posko kesehatan tersebut segera dipenuhi warga yang ingin mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma. “Baru ini layanan kesehatan masuk ke sini,”kata Legiyem, warga yang ikut mendaftar sebagai pasien rawat jalan di posko kesehatan BSMI.
Sejak banjir melanda, Legiyem mengungkapkan, dia beserta anaknya menderita penyakit kulit. Dia pun menunjukkan lecet di kulit bagian siku bayinya yang ikut dibawa ke posko kesehatan. Menurut Legiyem, penyakit gatal-gatal tersebut karena dia tidak bisa mengakses air bersih di desanya. “Air ada tapi terbatas,”kata dia.
Bidan Desa Tebing Tinggi Sri Wahyuni mengungkapkan, sebenarnya ada pos kesehatan desa yang menaungi tiga dusun di desa tersebut. Meski demikian, dia mengungkapkan, semua obat-obatan di poskesdes sudah habis terendam banjir. Karena itu, Sri Wahyuni yang mengelola Posdeskes mengaku tidak bisa maksimal dalam membantu warga.“Saya bersyukur dan berterima kasih ada BSMI,”kata dia.
Saat banjir menimpa pada akhir November lalu, Sri Wahyuni mengungkapkan, mayoritas rumah warga tenggelam. Belasan rumah yang berbahan papan pun hilang disapu banjir. Dia menjelaskan, warga harus mengungsi ke sanak famili yang tinggal di tempat lebih tinggi.
Dr Furqon yang menjadi tenaga medis di posko kesehatan BSMI mengatakan, setidaknya ada seratus pasien rawat jalan yang mendapat pelayanan kesehatan mobile clinic. Menurut Furqon, banyak diantara pasien tersebut yang menderita penyakit gatal-gatal, batuk, pilek, hipertensi, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Dia mengatakan, Desa Tebing Tinggi dipilih karena terbatasnya akses kesehatan yang diterima.”Kami berharap kehadiran BSMI bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang susah karena bencana,”ujar dia.
Koordinator Fundraising BSMI Sumut Undani Wanda Putra menjelaskan, selain memberikan layanan kesehatan, tim BSMI Sumut mendistribusikan, bantuan kesehatan berupa obat-obatan dan pakaian layak pakai untuk para warga.
Wanda berharap, bantuan tersebut bisa sedikit membantu mengurangi beban warga penyintas bencana.